Langsung ke konten utama

Postingan

Life Journey for Islam

Belajar bersyukur yuk!

Postingan terbaru

Cantikmu memancarkan Akhlakmu

Semua wanita pasti memiliki wajah yang rupawan nan bak indah di angkasa. Tapi, kenapa ya? Ketika aku melihatmu itu terlihat pancaran yang meneduhkan bahkan aku tak mampu melihat paras cantikmu, karena Allah menjaga dirimu dengan sebaik mungkin.  Ya, mungkin kamu ingin wajahmu dipandang oleh banyak orang karena kamu rupawan, tapi cantikmu bukan hanya dilihat dari wajah, tapi tutur kata dan perawakan mu. Bagaimna kamu bersikap dan berkata. Orang-orang akan menilai bahwa tutur kata mu selalu mengeluarkan nasihat yang baik, dan sikap yang kamu lakukan menjadi contoh yang baik bagi mereka. Karena dirimu berharga itu dari seberapa manfaatnya kamu di mata dunia.  Sahabat jurnalishalihah, matahari tidak kehilangan keindahannya saat tertutupi oleh awan. Hal yang sama juga untuk kecantikanmu yang tidak akan pudar saat kamu mengenakan hijab. Sebab cantikmu beda. Cantikmu bukan pada mahalnya bajumu, bukan pada tebalnya make-up m, bukan juga pada gaya hidupmu. Namun, ca...

Who I am?

Selalu saja beribu pertanyaan menghampiri ketika aku sedang kebingungan, padahal aku pun punya banyak pertanyaan yang belum ku temukan jawabannya. Yang selalu saja membuat aku tak berdaya untuk mendapatkan jawaban itu hingga aku hampir pasrah dan menyerah. Selalu ada saja, bisikkan yang tak mengenakan hati, siapakah aku dimatamu? Sekedar teman kah, atau hanya kenal lalu lupakan. Ah sudahlah, aku tak mengerti   tentang kenalan sama manusia. Kadang dianggap yang special dan istimewa atau sebaliknya hanya sekedar kenal-kenalan saja. Tapi yang ada dibenakku bukan itu. Aku selalu ingin tahu satu jawaban yang dapat menjawab semua teka teki ini. Siapa aku dimata-Mu Tuhan? Aku malu jika Engkau mengenal ku hanya sekedar hamba yang sering mengeluh pada realita hidup. Aku takut semua yang ku lakukan itu tak berarti untuk-Mu Tuhan. Sejatinya diriku, aku hanya ingin tahu Allah anggap aku itu apa? Aku ingin sekali dianggap sebagai hamba yang taat bukan sesat. Tapi. Apalah da...

Ikhlaskan Yuk!

  Supaya apa? Supaya tingkat ikhlas semakin sempurna. Kan memang ikhlas itu banyak latihannya. Coba dicek lagi kalau masih ada rasa sakit dari semua perlakuan manusia yang tidak sesuai hati, mungkin ikhlas kita memang harus sering-sering diuji Cobalah belajar pikun terhadap kebaikan yang pernah kau lakukan, belajar menyembunyikan kebaikan sebagaimana dirimu bagitu rapi menyembunyikan aib. Belajar menyimpan rahasia hanya dengan Allah. Ketika hanya Allah yang tahu, akan terasa begitu manis nikmatnya. Cukup hanya Dia yang tahu. Dia-lah Allah yang Maha Melihat dan tidak pernah ingkar janji. Maka, jangan terlalu focus pada mereka yang mengabaikanmu, mengacuhkanmu, tidak memperdulikanmu, bahkan hanya mencarimu jika membutuhkanmu. Kita boleh menarik diri dari mereka yang menghargai keberadaan kita, yang mau membenarkan kala kita salah. yang mau menegur dengan baik kala kita melampaui batas, bukan justru menghakimi lalu meninggalkan kita begitu saja. Akan ada orang-orang ya...

Hampa?

Pernah tidak berada pada satu titik dimana hidup kita merasa hampa dan lelah tanpa tujuan? Padahal, seseorang yang telah mengenal Allah dengan benar, semestinya sudah mengubah tujuan hidupnya dari orientasi mengejar dunia menjadi mengejar kehidupan yang abadi, yaitu akhirat. Dan dengan itu, hidupnya akan tenang sebagaimana ia telah menemukan tujuan hidupnya . Hidup di dunia ini hanyalah sementara, untuk mengumpulkan bekal menuju kehidupan yang sebenarnya. Kita mengetahui bahwa seseorang yang paling cerdas adalah yang paling sering mengingat kematian dan yang paling banyak mempersiapkan diri untuk bekal setelah kematian. Lalu, kenapa terasa hampa? Karena barangkali tanpa sadar sebenarnya kita belum beranjak kemana-mana. Hidup kita masih saja dengan kesibukan mengejar pencapaian-pencapaian duniawi.   Maka, belum terlambat untuk mengubah tujuan hidup kita.  Belum terlambat mengobati rasa hampa di dalam hati. Cobalah memulai dengan bersungguh-sungguh menger...

Belajar Dari Rintik Hujan

Sore itu, aku terjebak hujan usai rapat . Hujan cukup deras diiringi petir, langit pun mendung begitu gelap. Kebetulan, aku tidak membawa payung. Ah, kalaupun membawa payung rasanya aku juga tidak berani berjalan sendirian diantara hujan yang sedang turun sederas ini. Lalu, aku meneduh sejenak di Mesjid At-Taqwa Jalaksana. Duduk di serambi masjid. Menikmati deru suara hujan. Membiarkan tampias hujan di wajahku. Sesekali kilat terlihat, dan setelahnya suara petir bergemuruh.  Kunikmati saja dengan hati riang, bukankah ini salah satu tanda cinta Allah kepada semesta? Inilah salah satu tanda kebesaran Allah yang membuat kita takjub. Aku masih saja duduk sendiri. Menikmati ritme hujan dengan segala keindahannya. Lirih dalam hatiku berbicara, “ Nyatanya kita selalu sendiri ya, yang selalu membersamai kita hanyalah Allah. Juga malaikat yang berada disamping kanan-kiri kita.” Sementara bersama manusai sungguh sangat terbatas waktunya. Pun dengan orang-orang yang sangat ki...

Hari Terakhir Untuk Kita

كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ الْمَوْتِ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلاَّ مَتَاعُ الْغُرُورِ Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. [Ali Imran:185]. Read more https://almanhaj.or.id/2982-mengingat-maut.html كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ الْمَوْتِ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلاَّ مَتَاعُ الْغُرُورِ Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. ...