Langsung ke konten utama

My Mind Of Life

HANYA ORANG ISTIMEWA YANG MAU MENIKAH DENGAN SAYA. KALAU ORANG ISTIMEWA ITU TIDAK SAYA TEMUKAN, TIDAK APA-APA. TAPI SAYA TETAP YAKIN ORANG ITU ADA.



Pertama kali membaca kata mutiara di atas kamu terdiam dan merenung sesaat dengan kalimat yang sang spektakuler yang mampu mengugah jiwa dan pikiran untuk selalu berpikir positif dimana kata-kata itu terdapat dalam buku
" La Tahzan for Broken Hearted Muslimah. Sehingga kalimat selalu terkenang-kenang setiap sujud dan doa, apalagi kita yang telah beranjak usia, mungkin sebentar lagi akan memasuki mahligai rumah tangga dan masa mencari teman sejati untuk menemani perjuangan pelangi hari esok nan warna-warni, mengakar, berbunga dan berdaun. Pasti selalu berikhtiar dan memohon pada sang penggengam batin dan menyatunya dua manusia yang berbeda, tetapi dengan berbedaan namun ada satu  visi kerbesaamaan yaitu meraih keluarga sakinah dan barokah.

Beranjak dari kalimat di atas saya ingin berbagi sharing untuk para akhwat di manapun kalian berada. Mungkin kita pernah berpikir segelintir tentang jodoh kita siapa dan di mana akan dipertemukan? Apalagi keluarga telah menagih harapan dan bertanya kapan? Bagaimana dan dengan siapa? Pasti bingung untuk menjawab apalagi sedang tidak menjalin hubungan “ta'aruf” dengan seseorang, makin tak jelaslah siapa teman sejati sepanjat hayat. Tetapi kita jangan bingung dan menghakim diri sendiri seperti jangan-jangan kamu memang tidak laku, tidak cantik, tidak cerdas mana ada yang interest atau tertarik dengan kamu. Hilangkan pikiran negatif dari pikiran digitalisasi kita malah kita mengsteament diri sendiri seperti itu buat harapan-harapan itu makin menjauh bahkan menghilang sehingga result (hasilnya), jadi malas untuk berhubungan dengan lawan jenis “kontek ta’ruf dan social”. Jangan pernah takut memulai menjalin hubungan ta’ruf walaupun telah beberapa kali menjalin hubungan ta’ruf namun Zero End Result (hasil akhirnya or finally tongkosong) bahkan hanya kesia-siaan dan malah buat kecewa sebagainya. Namun dengan ta’aruf kita makin tahu dan cara seperti apa sih? Semakin ta’aruf membuat kita tafakur dan berjuta hikmah kita peroleh mungkin selama ini doa belum khusyuk masih bercabang kesana kesini, tidak mengerjakan sunnah, tak pernah mentaburi ayat-ayat sejuta hikmah dan berbanyak shadakoh “senyum” setiap ketemu insan eitss “jangan tebar pesona ya bahaya pisan ^_^” serta dengan cara seperti  ini makin tahu tipe atau class ikhwan hehee. Seandainya hasil ta'aruf malahan hanya sekedar sahabat paling tidak kita jadi saling kenal satu sama lain dan bahkan menambah saudara serta teman

Tapi percaya jangan pernah kecewa dengah hasil ta’ruf karena Maha Mencintai telah berjanji dan Rabbi tidak pernah mengingkar janji pada hamba-hambaNya dan kasih Rabbi melebih kasih ibu pada anak-anaknya. Mungkin Rabbi mencoba menguji kesabaran, ketaqwaan dan keikhlasan kita mampu tidak kita menjalin problem yang kita hadapin, tetapi kita juga berpikir kenapa ujian ini-ini lagi yakinlah mungkin Rabbi menggangap kita orang lebih pantas dan sabar dapat ujian tersebut serta mampu bertahan sehingga memberi rintangan seperti itu pada kita. Yakinlah akhwat yang disayangi Rabbi setiap niat kita yang baik bakal dibalas dengan angin surya, dimana begitu berterliun-liun kenikmatan, telaga kausar yang mengalir dan wajah-wajah sholeh.  Maka dari saat ini dan seterusnya saat menjalin ta’aruf hal yang harus disetting pertama jiwa dan niat ikhlas kita serta basmallah, jangan pernah berpikir yang berlebihan atau pengharapan begitu waaah dari orang tersebut, jika pengharapan yang tidak sewajarnya apalagi berangan-angan tingkat tinggi dan membuat keraguan sehingga hasilnya kosong melompong dan ta’ruf kita  akan kecewa dan terasa tersakiti. Jika telah berniat basmallah dan positif thinking insyallah akan berbuah dan berbunga sakinah dan keridhoan dari sangmaha menyatukan hati adam dan hawa dalam meraungi dan menapaki jalan menuju syurga firdaus.


Tapi usaha telah kita kerahkan semua namun tetap bunga belum nampak pucuknya yang berwarnai-warni malah makin hari layu dan bergugur.  Tidak ada tanda kupu-kupu akan menghampir bunga nan berkilau itu. Tapi jangan pernah putus asa karena “YAKINLAH” semua telah ditentukan sisinya hanya tinggal bagaimana usaha dan doa untuk terus menerjang maligai labirin yang masti tanda tanya itu. Dan tersenyum serta YAKIN bahwa hanya orang istimewa yang akan berdampingan dengan kita, walaupun wangiannya belum tercium oleh hati namun tetap optimis bahwa orang istimewa itu ada dan bakal menghampiri kita dengan niat keikhlasan serta bumi dan langit peserta isinya akan mendoakan serta mengaminkan yang telah kita rancang.

Salam motivasi dan semangat dari sya buat akhwat-akhwat yang indah dan cerdas..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aku Tertarik

  Jika Allah menolong kamu, maka tak adalah orang yang dapat mengalahkan kamu; jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), maka siapakah gerangan yang dapat menolong kamu (selain) dari Allah sesudah itu? Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mu’min bertawakkal. (Ali Imran 160) Kamu semakin cerah ya hari ini, secerah hatimu. Kamu semakin hari semakin berjiwa ksatria. Makin tertarik deh sama kamu. Kamu semakin dewasa dalam perilaku dan pemikiranmu. Aku merasa bahwa kamu semakin mantap dengan pilihan mu. Hijrahmu itu yang buat aku tertarik. Karena kamu mampu mengalahkan semua yang membuat kamu terpicut oleh kenikmatan duniawi. Kamu memilih kembali kepada Allah, menyerahkan sisa usiamu untuk sungguh-sungguh berusaha menjadi seperti apa yang Allah inginkan. Mungkin, menurut padangan dunia kamu itu telat dan terlambat, tetapi setahuku tidak ada yang namanya terlambat untuk tobat. Tidak adanya kata telat untuk kembali kepada-Nya, sel...

Harus Berteman dengan Si Baik

Baik sih, apa pura-pura baik atau setengah baik. Baik itu siapa sih ? Aku ingin tahu siapa kamu. Katanya, kamu pernah mengetuk pintu hati. Tapi maaf ya aku jarang membukanya. Karena aku belum bisa mengenalmu. Kata temanku, kamu itu baik sebaik hatimu. Aneh sih, tapi tak apalah. Aku bisa kok berteman denganmu. Hhehe. eitss tunggu dulu, sudah lama kah kamu mengetuk pintu? Tapi selama ini aku tak mendengar ketukan itu. Apakah hatiku sangat tertutup rapat kah atau membisu seribu bahasa ? Apa hati nurani ku tak ingin menyambutmu ? Jadi, aku harus apa ? Supaya kamu bisa bertamu. Apa aku harus memperbaiki diri dulu ? Tapi, itu sulit .. Butuh proses yang sangat panjang. Andai saja kamu menyapa ku terlebih dahulu, mungkin aku akan mengenalmu. Iya sih, kata hati kamu pernah menyapa ku, tapi aku menghiraukan mu yaa. Maaf ya, Aku tidak peka. Padahal dari dulu kamu mau berkenalan denganku. Tapi malahan, menghiraukan mu. Masih inginkah kamu berteman denganku. Atau kamu marah sama aku ? Jangan ya...